Mengakhiri Perbudakan di Laut

Baru saja ini, Sidang Majelis Umum (SMU) PBB menetapkan secara kesepakatan resolusi mengenai kerja sama antar negara dalam usaha pelindungan pelaut (Seafarers) di tengah-tengah wabah Corona COVID-19.

Hal yang membuat senang yakni resolusi ini digagas oleh Indonesia dan didukung oleh 71 negara anggota PBB.

Ini adalah resolusi SMU PBB pertama berkaitan pelaut dan pengendalian arus barang secara global. Resolusi ini adalah inovasi penting ingat rumor pelaut jadi perhatian seluruh pihak terutamanya di tengah-tengah periode wabah COVID-19.

Berdasar data tahun 2018 dari Global Slavery, pelaut di Asia Tenggara masuk ke resiko perbudakan di laut dalam industri perikanan.

Data itu memperlihatkan, Thailand jadi salah satu negara di ASEAN yang masuk ke kelompok High Risk. Sesaat Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam, ada dalam katergori Media Risk.

Lalu, apa pemicu ini dapat berlangsung? Bagaimana juga jalan keluar penuntasan dan usaha pemerintahan Indonesia?

Dalam LIVE Seminar-online bertema Ending Kekinian Slavery at Sea: What is ASEAN’s Role?,

“34 Dakwaan pelanggaran hak asasi manusia dan perburuhan di kapal penangkap ikan sejumlah besar punya China. Laporan index IUU Fishing 2019 mengakui jika China tempati rangking negara dengan performa terjelek dari 152 negara,” tutur Tashryn.

Sepanjang tahun 2020, ada 673 masalah yang diatasi Kemlu berkaitan fishing vessels di 114 kapal laut. Umumnya mereka bekerja di sejumlah banyak negara, khususnya 16 negara.

Selama ini, ada beberapa cara diplomasi yang dikerjakan oleh Kemlu dalam usaha pelindungan WNI terhitung karyawan di lautan.

Usaha diplomasi itu disebut oleh Judha Nugraha melalui tingkat multilateral, regional dan bilateral.

“Kita punyai contoh masalah di kapal berbendera Tiongkok Long Xing 629.

Polisi mendapati mayat seorang ABK WNI dalam almari pendingin kapal berbendera negara China. Diperhitungkan mendiang ialah korban penindasan dan penganiayaan di atas kapal.

Updated: January 16, 2021 — 5:29 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *