Praktik Monopoli Hilang

Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan kesempatan pembudidayaan lobster di Indonesia semakin lebih baik, saat diamankannya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo berkaitan korupsi export benih lobster.

 

“Kesempatan lobster benar-benar ceria, ini bisa dibuktikan jika KKP memiliki program kontribusi jala apung dan peralatan yang lain untuk produksi lobster dengan jumlah banyak pada 2024, KKP sendiri telah menyaksikan itu, saya berpikir nelayan akan nikmati,” kata Staff Pakar Periset BBIL LIPI Sigit Anggoro Putro Dwiono, dalam dialog LIPI Sapa Medium #6 Pahami Kekuatan Lobster dari Sudut pandang Kelautan dan Sosial, Senin (30/11/2020).Tetapi menurut Sigit sebagai permasalahannya ialah apa program itu dapat dikerjakan secara bertepatan waktu panen lobster. Mana yang nanti jumlah lobster bisa banyak, oleh karena itu KKP harus dapat mengendalikan harga dan pembagiannya.

“Kesempatannya ceria tetapi ada PR yang perlu dikerjakan oleh KKP,” katanya.

Beberapa lalu Indonesia dikejuti dengan penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP)

Sambungnya, peraturan meluluskan export benur dalam pendekatan ekologi politik, tidak dapat disaksikan cuma untuk cara Pemerintahan untuk tingkatkan ekonomi nelayan.

“Ekologi politik menyaksikan satu peristiwa perombakan sumberdaya proses dari politik yang berlangsung ada berada di belakangnya,” katanya.

Begitu dia memperjelas pentingnya membahas ulangi artis-aktor yang memiliki kepentingan supaya nantinya pengendalian budidaya lobster dapat berjalan baik.

Menteri KKP Edhy Prabowo bersama 5 partnernya ditahan di Rutan KPK, buat pengecekan seterusnya. Pengecekan pada masalahnya sedang berjalan.

Updated: January 12, 2021 — 4:14 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *