Warga Israel Dapat Visa Turis

Kesepakatan Abraham (Abraham Accord) lagi memperlebar jalinan di antara Israel dan Uni Emirat Arab. Terbaru, pemegang paspor Israel dapat mendapatkan visa wisatawan ke UEA.

“Info tentang pemberian calling visa untuk masyarakat negara Israel ini sudah pasti mengagetkan. Mengapa mengagetkan? Sebab segalanya yang berkaitan Israel semestinya jadi masalah peka untuk pemerintahan Indonesia,” tutur Fadli Zon.

“Apa lagi, kita tidak mempunyai jalinan diplomatik dengan negara itu,” sambungnya.

Fadli Zon menyentuh masalah riwayat politik di antara Indonesia dan Israel yang sepantasnya pemerintahan RI tidak memberi visa itu.

Ini benar-benar esensial. Hingga, timbulnya peraturan calling visa untuk Israel harus selekasnya ditarik. Apa lagi, landasan hukumnya hanya satu Keputusan Menteri, Menkumham Yasonna Laoly.”

Fadli Zon menerangkan jika pemberian calling visa untuk Israel ialah wujud penyelundupan peraturan yang berlawanan dengan garis politik luar negeri.

Peraturan seperti ini ia kira selaku wujud pembelotan pada konstitusi rakyat Indonesia. Peraturan seperti ini bisa juga mencederai persaudaraan kita dengan bangsa Palestina.

“Janganlah lupa, semenjak saat sebelum kita merdeka, bangsa Palestina sudah memberikan dukungan perjuangan kemerdekaan kita,” kata Fadli Zon.

Ketetapan berkaitan negara calling visa, menurut Heni, pertamanya kali dituangkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM tahun 2012. Di mana dalam keputusan itu ada sebelas negara yang masuk ke perincian negara calling visa, terhitung Israel.

“Dalam Kepmen Tahun 2012, ada sebelas negara yang masuk ke perincian negara calling visa, terhitung didalamnya ialah Israel. Jadi ini telah berlaku semenjak tahun 2012.

Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain sah tanda-tangani kesepakatan nyaman. UEA dan Bahrain mengikut tapak jejak Mesir dan Yordania untuk berkomunikasi dengan Israel.

Updated: January 16, 2021 — 5:40 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *